MIDDLEWARE TELEMATIKA
PENDAHULUAN => PENGANTAR TEMA MENGENAI MIDDLEWARE TELEMATIKA
Middleware
didefinisikan sebagai sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan
aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur
layer-layer TCP/IP. Middleware bisa juga disebut protokol. Protokol komunikasi
middleware mendukung layanan komunikasi aras tinggi. Middleware adalah software
penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses
dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu
jaringan. Middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe
ke aplikasi client/server dan juga untuk menyediakan komunikasi antar platform
yang berbeda. Dalam dunia teknologi informasi, terminologi middleware merupakan
istilah umum dalam pemrograman komputer yang digunakan untuk menyatukan,
sebagai penghubung, ataupun untuk meningkatkan fungsi dari dua buah program
atau aplikasi yang telah ada. Perangkat lunak middleware merupakan perangkat
lunak yang terletak diantara program aplikasi dan pelayanan-pelayanan yang ada
di sistem operasi.
Isi dari Middleware
Telematika
Tujuan Umum dari
Middleware Telematika
Middleware adalah S/W
penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses
dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu
jaringan.
Middleware sangat
dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server
dan juga untuk menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda. Database
Middleware adalah salah satu jenis middleware disamping message-oriented
middleware, object-oriented middleware, remote procedure call, dan transaction
processing monitor. Perkembangan Middleware Perkembangan Middleware dari waktu
ke waktu dapat dikatagorikan sebagai berikut:
On Line Transaction Processing (OLTP) Merupakan perkembangan awal dari koneksi antar remote database. Pertama kali ditemukan tahun 1969 oleh seorang engineer di Ford, kemudian diadopsi oleh IBM hingga kini dikenal sebagai proses OLTP. DIGITAL ACMS merupakan contoh lainnya yang sukses pada tahun 70-an dan 80-an.
On Line Transaction Processing (OLTP) Merupakan perkembangan awal dari koneksi antar remote database. Pertama kali ditemukan tahun 1969 oleh seorang engineer di Ford, kemudian diadopsi oleh IBM hingga kini dikenal sebagai proses OLTP. DIGITAL ACMS merupakan contoh lainnya yang sukses pada tahun 70-an dan 80-an.
Remote Procedure Call
(RPC) Menyediakan fasilitas jaringan secara transparan. Open Network Computing
(ONC) merupakan prototipe pertama yang diperkenalkan awal tahun 70-an. Sun
unggul dalam hal ini dengan mengeluarkan suatu standar untuk koneksi ke
internet. Distributed Computing Environment (DCE) yang dikeluarkan oleh Open
Systems Foundation (OSF) menyediakan fungsi-fungsi ONC yang cukup kompleks dan
tidak mudah untuk sistem administrasinya. Fungsi Middleware Perangkat lunak
middleware adalah perangkat lunak yang terletak diantara program aplikasi dan
pelayanan-pelayanan yang ada di sistem operasi. Fungsi-fungsi dari middleware
adalah sebagai berikut :
Menyediakan lingkungan
pemrograman aplilasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan secara detail
pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi .
Menyediakan lingkungan
pemrograman aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer dan sistem
operasi.
Mengisi kekurangan yang
terdapat antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti dalam hal: networking,
security, database, user interface, dan system administration.
Tipe – Tipe Layanan
Middleware Layanan Sistem Terdistribusi Komunikasinya bersifat kritis,
program-to-program dan biasanya merupakan layanan manajemen data seperti: RPC,
MOM (Message Oriented Middleware) dan ORB. Layanan Application Aksesnya ke
layanan terdistribusi dan jaringan, seperti : TP (transaction processing)
monitor dan layanan database, seperti Structured Query Language (SQL). Layanan
Manajemen Middleware Memungkinkan aplikasi dan fungsi dimonitor secara terus
menerus untuk menyakinkan unjuk kerja yang optimal pada lingkungan komputasi
terdistribusi. Arsitektur – Arsitektur Komponen Microsoft’s Component Object
Model (COM)Menangani pemaketan dan deployment komponen yang mendukung berbagai
bahasa pemrograman. JavaBeans dan Enterprise Java Beans (EJB) diperkenalkan
oleh SUN Microsystem. Baik COM dan EJB diperluas menjadi
COM diperluas ke Distributed COM (DCOM) menggunakan versi perluasan dari DCE RPC sebagai transport. EJB mendukung komunikasi C/S yang di dasarkan pada Java Remote Method Invocation (RMI). RMI adalah merupakan model pendistribusian komponen jarak jauh yang menggunakan Java, tanpa perlu Interface Definition. Language (IDL) untuk mendeskripsikan interfacenya.
Microsoft memperkenalkan arsitektur .NET sebagai arsitektur komponen terbaru dengan basis web service sebagai tulang punggungnya. Komponen COM Server Karakteristik COM COM adalah arsitektur komponen yang memiliki beberapa kekuatan. Ribuan kontrol ActiveX controls (in-process COM components) tersedia di pasar. Microsoft dan vendor lain membangun banyak tool yang mempercepat perkembangan aplikasi berbasis pada COM. Layanan tingkat lanjut seperti Microsoft Transaction Server (MTS) dan Microsoft Message Queuing Server (MSMQ) mendukung pengembangan sistem multi-tier C/S. Microsoft menggunakan nama COM+ untuk menyatakan COM yang berjalan pada layanan tersebut. Arsitektur Teknis Arsitektur middleware merupakan sekumpulan S/W terdistribusi yang menempati lapisan antara aplikasi dan sistem operasi serta layanan jaringan di suatu node pada jaringan komputer Middleware yang paling banyak dipublikasikan :
COM diperluas ke Distributed COM (DCOM) menggunakan versi perluasan dari DCE RPC sebagai transport. EJB mendukung komunikasi C/S yang di dasarkan pada Java Remote Method Invocation (RMI). RMI adalah merupakan model pendistribusian komponen jarak jauh yang menggunakan Java, tanpa perlu Interface Definition. Language (IDL) untuk mendeskripsikan interfacenya.
Microsoft memperkenalkan arsitektur .NET sebagai arsitektur komponen terbaru dengan basis web service sebagai tulang punggungnya. Komponen COM Server Karakteristik COM COM adalah arsitektur komponen yang memiliki beberapa kekuatan. Ribuan kontrol ActiveX controls (in-process COM components) tersedia di pasar. Microsoft dan vendor lain membangun banyak tool yang mempercepat perkembangan aplikasi berbasis pada COM. Layanan tingkat lanjut seperti Microsoft Transaction Server (MTS) dan Microsoft Message Queuing Server (MSMQ) mendukung pengembangan sistem multi-tier C/S. Microsoft menggunakan nama COM+ untuk menyatakan COM yang berjalan pada layanan tersebut. Arsitektur Teknis Arsitektur middleware merupakan sekumpulan S/W terdistribusi yang menempati lapisan antara aplikasi dan sistem operasi serta layanan jaringan di suatu node pada jaringan komputer Middleware yang paling banyak dipublikasikan :
Open Software
Foundation’s Distributed Computing Environment (DCE)
Object Management
Group’s Common Object Request Broker Architecture (CORBA)
Microsoft’s COM/DCOM
(Component Object Model)
Contoh – contoh dari
perangkat Middleware Berikut ini merupakan contoh-contoh perangkat lunak dari
middleware antara lain:
Java’s: Remote
Procedure Call
Object Management
Group’s, Common Object Request Broker Architecture (CORBA)
Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model)
Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model)
Also .NET Remoting
ActiveX controls
(in-process COM components)
Kesimpulan
Middleware merupakan komponen perangkat lunak yang memberikan peranan penting dalam pengembangan aplikasi client/server dengan tidak memandang platform Beberapa arsitektur dan tipe middleware dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Middleware ini sangat penting dalam menghubungkan antar layanan sehingga memungkinkan beberapa tujuan menjadi lebih efisien. Jika tidak ada middleware maka antara level atas dengan level bawah tidak bisa saling terhubung mengakibatkan tidak adanya keterhubungan dan bisa tehentinya.
Middleware merupakan komponen perangkat lunak yang memberikan peranan penting dalam pengembangan aplikasi client/server dengan tidak memandang platform Beberapa arsitektur dan tipe middleware dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Middleware ini sangat penting dalam menghubungkan antar layanan sehingga memungkinkan beberapa tujuan menjadi lebih efisien. Jika tidak ada middleware maka antara level atas dengan level bawah tidak bisa saling terhubung mengakibatkan tidak adanya keterhubungan dan bisa tehentinya.
Sumber:
Agustyas Dwi, Mohammad Zaenuri, Nofeldy Pratomo, Triandono Sutanto . Middleware Telematika. Universitas Gunadarma. 2012.
Agustyas Dwi, Mohammad Zaenuri, Nofeldy Pratomo, Triandono Sutanto . Middleware Telematika. Universitas Gunadarma. 2012.
http://www.scribd.com/doc/241654587/Penulisan-2
http://utiemarlin.blogspot.com/2009/12/middleware-telematika.html
http://utiemarlin.blogspot.com/2009/12/middleware-telematika.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar